Pantunjenis ini bisa kita ketahui ciri cirinya dengan mudah, berikut penjelasan lengkapnya: Dalam pantun ini menggunakan sajak atau rima aa-bb, ab-ab, ab-ba, aa-aa. Terdapat 4 baris dalam satu bait. Baris 1-2 yaitu sampiran dan baris 3-4 ialah isi. Dalam satu baris terdapat 8-12 suku kata Pantun ini biasa dilakukan untuk menghibur teman.
Ilustrasi 11 Pantun Jenaka 4 Baris. Foto merupakan jenis puisi lama yang menjadi budaya asli Indonesia. Hanya dengan empat baris, pantun dapat menyampaikan berbagai dikenal dengan beragam bahasa di Nusantara. Di Jawa misalnya, pantun disebut dengan parikan atau oleh masyarakat Batak, pantun dikenal sebagai dari buku Pedoman Umum EYD karangan Redaksi B-Media, pengkaji Budaya Melayu Winstead mengatakan bahwa pantun bukan hanya sekadar gubahan kata dan irama. Akan tetapi sebuah rangkaian kata yang indah untuk menggambarkan kehangatan, seperti rindu, kasih sayang, cinta ataupun dendam isinya, pantun dapat dikelompokkan menjadi lima jenis, yakni pantun anak-anak, pantun muda, pantun orang tua, pantun jenaka dan pantun jenaka berisi unsur-unsur komedi yang dapat memunculkan tawa. Pantun jenaka dapat digunakan dalam berbagai situasi, khususnya untuk menghibur lawan bicara dan mencairkan contoh 11 pantun jenaka 4 baris yang dapat digunakan sebagai hiburan ketika 11 Pantun Jenaka 4 BarisIlustrasi 11 Pantun Jenaka 4 Baris. Foto dari buku Kehilangan Kumpulan Pantun, Syair, Puisi, dan Cerpen dan buku Pantun dan Puisi Lama Melayu, berikut 11 Pantun Jenaka 4 Baris1. Sungguh besar hewan badakJika berjalan terseok-seokNenek tertawa terbahak-bahakMelihat kakek bermain tik-tok2. Anak kucing dalam kapalKapal berlayar sampai JakartaAdik tertawa terpingkal-pingkalMelihat monyet berkaca mata3. Kue lapis di dalam kotakKue dibeli di pasar jongkokAyah tertawa terbahak-bahakMelihat kera mengisap rokok4. Orang Jawa pergi ke BandaMembeli ikan dengan rebungBagai rasa menang menyambung5. Orang Sasak pergi ke BaliBerbisik pekak dengan tuliTertawa si buta melihatnyaIlustrasi 11 Pantun Jenaka 4 Baris. Foto Imam bukan sembarang imamImam yang datang dari JawaHitam bukan sembarang hitam7. Ke pasar membeli guntingSangatlah heran si induk kusingMelihat tikus naik kereta8. Limau purut di tepi rawaBuah belimbing belum masakSakit perut sebab tertawaMelihat kucing duduk berbedak9. Di sini kosong di sana kosongBukan saya berkata bohong10. Pohon manggis di tepi rawaTempat lebah menyimpan maduSedang menangis nenek tertawaMelihat kakek bermain Gundu11. Kupu-kupu terbang melintangHinggap mengisap bunga layuHati di dalam menaruh bimbangMelihat ikan membaca buku
4 Pantun mementingkan rima akhir dan rumus rima itu disebut dengan abjad /ab-ab/. Maksudnya, bunyi akhir baris pertama sama dengan bunyi akhir baris ketiga dan baris kedua sama dengan baris keempat. 4. Syarat-syarat pantun . Menurut Effendy (1983:28), syarat-syarat dalam pantun adalah:
Bila cinta mekar di dada Siang terkenang malam termimpi Pengertian Pantun[sunting] Pantun adalah puisi melayu asli yang sudah mengakar lama di budaya masyarakat. Pantun salah satu jenis karya sastra yang lama. Lazimnya puisi hanya terdiri atas 4 larik baris bersajak ab-ab atau aa-aa. Pada awal mulanya pantun merupakan sastra lisan, tapi kini pantun juga ada dalam bentuk tulisan. Keseluruhan bentuk pantun hanyalah berupa sampiran dan isi. Sampiran terletak pada baris pertama dan kedua dan biasanya tidak berhubungan secara langsung dengan bagian kedua. Baris ketiga dan keempat ialah bagian isi yang merupakan tujuan dari puisi tersebut. Ciri - ciri pantun[sunting] Memiliki rima a-a-a-a, a-b-a-b Terdiri 4 baris dalam 1 bait Baris pertama & kedua merupakan sampiran Baris ketiga & keempat merupakan isi 1 baris terdiri dari 8-12 suku kata Contoh pantun berima a-b-a-b[sunting] Kalau ada jarum yang patah Jangan masukkan dalam peti Kalau ada kata-kataku yang salah jangan masukkan dalam hati Ayam berkokok di pagi hari Bangunlah sudah seorang anak Jangan bangun hanya untuk mandi Tapi tolonglah ibu untuk masak Contoh pantun berima a-a-b-b[sunting] Kura-kura naik perahu Jalan - Jalan beli tahu Sudah gaharu cendana pula Sudah tahu bertanya pula Jenis-jenis Pantun[sunting] Dilihat Dari Bentuknya[sunting] Pantun Biasa Contoh Malem hari main kulintang Ditemani sobat tersayang Bagaimana hati tidak bimbang Kepala botak minta dikepang Pantun Seloka pantun berkait Seloka ialah pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja, karena pantun berkait merupakan jalinan atas beberapa bait. Ciri-ciri seloka Baris kedua dan keempat pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga di bait kedua. Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan ketiga di bait ketiga. Dan seterusnya. Contoh Bait I Taman melati di rumah-rumah baris I Ubur-ubur sampingan dua baris II Kalau mati kita bersama baris III Satu kubur kita berdua baris IV Bait II Ubur-ubur sampingan dua baris I Taman melati bersusun tangkai baris II Satu kubur kita berdua baris III Kalau boleh bersusun bangkai baris IV Talibun Talibun adalah pantun yang jumlah barisnya lebih dari 4 baris dan satu bait pantun talibun harus genap tiap barisnya, misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya. Dengan catatan JIka satu bait berisi 6 baris, maka 3 baris pertama ialah sampiran dan 3 baris sisanya ialah isi. Sedangkan untuk sajaknya menjadi a-b-c-a-b-c. Jika satu bait berisi 8 baris, maka 4 baris pertama ialah sampiran dan 4 baris sisanya ialah isi. Sedangkan untuk sajaknya menjadi a-b-c-d-a-b-c-d. Contoh pantun talibun 6 baris Kalau anak pergi ke pekan Yu beli belanak pun beli Ikan panjang beli dahulu Kalau anak pergi berjalan Ibu cari sanak pun cari Induk semang cari dahulu Pantun Kilat karmina Ciri-cirinya Setiap bait terdiri dua baris. Baris pertama merupakan sampiran, baris kedua merupakan isi. Bersajak a-a. Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata. Contoh Dahulu parang, sekarang besi Dahulu sayang, sekarang benci Dilihat Dari Isinya[sunting] Pantun Anak-anak Contoh Elok Rupa kembang jati Dibawa itik pulang petang Tidak berkata besar hati Melihat ibu sudah datang Pantun Orang Muda / Remaja Contoh Naik Motor merknya Honda Pergi sebentar kerumah Hanapi Bila cinta mekar di dada Siang terkenang malam termimpi Pantun Orang Tua Contoh Supaya tangan tidak terluka Jangan dikepit hulunya kapak Supaya Tuhan tidak murka Jangan sakiti Ibu dan Bapak Pantun Jenaka Contoh Ikan gabus di rawa-rawa Ikan sepat nyangkut dijaring Perut sakit menahan tawa Melihat gigi palsu loncat ke piring Pantun Teka-teki Contoh Tuan puteri belajar menari Diajari oleh pak Harun Kalau tuan bijak bestari Apa yang naik tapi tak bisa turun Pantun Nasihat Contoh Jangan suka makan mentimun Mentimun itu banyak getahnya Jangan suka duduk melamun Melamun itu tidak ada gunanya
PantunPantun adalah bentuk puisi lama yang memiliki ciri-ciri : 1. Bersajak ab-ab. 2. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi. 3. Setiap larik berjumlah empat sampai lima kata. 4. Bersifat anonim (tidak diketahui nama pengarangnya).
Top DefinitionsExamples[ pan-toon ]nounpantoum. Words Nearby pantunpantropicalpantrypantrymanpantspantsuitpantunpantypanty girdlepantyhosepanty Unabridged Based on the Random House Unabridged Dictionary, © Random House, Inc. 2023How to use pantun in a sentenceThe pantun is much employed in improvisation, the stanzas being recited alternately by the two taking Popular Science Monthly, July 1899 VariousAnd spontaneously there rose an antiphonal pantun, or song of George Allan EnglandTwo chief forms of poetry are recognized—the pantun and the Popular Science Monthly, July 1899 VariousThe pantun or short proverbial stanza has been already History of Sumatra William Marsden
Secarasederhana, pengertian pantun adalah bentuk puisi yang setiap baitnya terdiri dari empat baris yang bersajak ab-ab. Pantun banyak digunakan dalam upacara-upacara adat hingga akhirnya menjadi tradisi lisan dari suatu kelompok masyarakat tertentu, seperti masyarakat Betawi.
Pantun dalam bahasa Bali disebut Peparikan untuk yang terdiri dari 4 baris sedangkan yang 2 baris disebut wewangsalan. Hari ini saya akan share beberapa contoh Pantun yang menggunakan bahasa Bali. Pantun-pantun ini dibuat oleh siswa dalam pembelajaran Bahasa Bali kelas VII dan kelas VIII. Langsung saja dilihatpantun2nya di bawah ini. Numbas wani ka Kota Bangli Lakar aba mulih ke kampung Ngiring Ajegang Seni Budaya Bali Sane becik tur adi luhung Anak Cerik masolah kelih Anak kelih matutang pelih Nguda makejang mabaju putih? Nyaruang apang tusing kadena pelih Kadek Sukareni, VIII A, PGRI 2 Buleleng
Dimanabaris 1 dan 2 adalah sampiran, sedangkan baris 3 dan 4 adalah isi yang hendak disampaikan oleh pembuat pantun.. Pantun agama adalah pantun yang isinya berupa nasihat atau pesan yang berisikan nilai-nilai islami.. Baca Juga: 7 Pantun Bulan Februari Romantis, Penuh Cinta, Lucu dan Kocak, Cocok untuk Caption Instagram Sehingga pantun agama juga bisa berupa pantun tentang puasa, sholat
Pantun adalah sebuah tradisi secara lisan yang dimiliki oleh masyarakat Melayu yang selanjutnya menyebar secara luas ke seluruh penjuru Indonesia. Pada awalnya, pantun merupakan salah satu bentuk sastra lisan, tapi saat ini, pantun sudah berubah menjadi tertulis yang tidak jarang dapat kita temukan juga di dalam lirik lagu. Pantun sendiri merupakan puisi lama yang eksistensinya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Pantun mempunyai ciri-ciri, yaitu terdiri dari 2 baris dan 4 baris. Baris pertama adalah sampiran, sementara baris ketiga dan keempat adalah isi. Pantun sangat berbeda dengan puisi karena satu baris pada umumnya terdiri dari 8 sampai 12 kata yang bersajak AB-AB. Pantun sendiri dibuat untuk menyampaikan sebuah pesan atau memberi himbauan maupun nasihat. Perlu dicatat pula, pantun pun terdiri dari beberapa jenis, salah satunya adalah pantun jenaka yang isinya tentunya lucu dan mengundang gelak tawa. Biasanya, pantun jenaka digunakan untuk memberikan sindiran pada masyarakat dengan cara membuat siapa saja yang mendengarnya tertawa. Berikut kumpulan pantun jenaka yang dapat mengundang gelak tawa. Kumpulan Pantun Jenaka 1. Pergi tamasya ke Solo Tidak lupa membawa istri Miris sekali jadi jomlo Segala sesuatu harus sendiri 2. Siang hari makan es serut Rame-rame bareng teman-teman Ini siapa yang kentut Aromanya bikin hidung mimisan 3. Pergi ke museum melihat patung Pulangnya beli beras dua karung Kalau cinta saya kamu gantung Aduhai rasanya hati ini buntung 4. Nonton film bareng kawan Pilih kursi depan yang kosong Adik manis sungguh rupawan Tapi sayang kok giginya ompong 5. Layangan putus di atas genteng Sebelum diambil makan tahu Kakak dandan sudah ganteng Namun sayang kok masih bau 6. Tersayat pisau kulit pun luka Akibat mencari ikan di rawa Ritsleting celana saya terbuka Sontak orang-orang jadi tertawa 7. Anak kembar rupanya sama Salah satunya jadi ketua Kakek mengunyah sangat lama Ternyata giginya hilang semua 8. Film baru sudah tayang Tidak sengaja tiketnya terbuang Abang banyak duit disayang Kalau banyak utang ditendang 9. Berakit-rakit ke hulu Berenang-renang ke tepian Langsung saja kita ke penghulu Daripada nanti digoda setan 10. Bikin sambal pakai tomat Tidak lupa pakai lalapan terong Jika Anda sopan saya hormat Tapi Anda sombong saya dorong 11. David Beckham mencetak gol Supaya menang dalam bersaing Udah gede kok masih suka ngompol Satu rumah semerbak bau pesing 12. Pergi ke pasar beli pepaya Buat nenek yang sudah tua Ada emak-emak berlaga sok kaya Satu badan isinya emas semua 13. Pagi hari sudah bikin geram Anak kecil sudah ikut menangis Malam minggu rasanya suram Kantong kering dompet tipis 14. Ke kebun binatang lihat banteng Tidak lupa sambil makan rambutan Memang nasib jadi orang ganteng Setiap ketemu perempuan langsung jadi rebutan 15. Makan nasi hangat dengan sambal Tidak lupa pakai ayam betutu Rambut ibu jadi gatal-gatal Tidak heran jarang keramas banyak kutu 16. Musim hujan banyak katak Meloncat-loncat ke sana kemari Pantas saja dari tadi bau semerbak Ternyata dari kemarin kamu belum mandi 17. Pegunungan indah dipandang mata Tidak lupa membawa anak-anak Adik memang cantik jelita Namun sayang tawanya seperti kuntilanak. 18. Menjadi raja punya tahta Punya kuasa memerintah rakyatnya Jangan suka pamer-pamer harta Nanti bisa malu pada akhirnya 19. Memberi makan kucing pakai ikan Tidak lupa diambil tulangnya Jadi anak haruslah sopan Supaya tidak kurang ajar nantinya 20. Pergi memancing di tengah laut Dapat tangkapan ikan tenggiri Jadi berani tanpa rasa takut Sekalinya bertemu kecoa langsung lari Tentunya setelah membaca kumpulan pantun jenaka di atas, kamu jadi termotivasi untuk membuat pantun juga. Maka dari itu, buku Mahir Peribahasa, Puisi Baru, dan Pantun bisa dijadikan sumber untuk mempelajarinya. Meskipun pantun termasuk ke dalam puisi lama, tapi tentu saja sampai saat ini penggunaannya masih sangat eksis dan diperlukan sehingga tidak ada salahnya bagi kita untuk mempelajarinya melalui buku ini. Langsung saja pesan sekarang juga bukunya di
BENTUKPANTUN By 980-16-ainsyafiqa2 | Updated: March 15, 2022, 10:12 a.m. Loading Slideshow Video. Sign up for free! SHARE THE AWESOMENESS. Tugasan 1 BMMB1104 . Education. _abc cc embed * Powtoon is not liable for any 3rd party content used.
Pengertian Pantuan 1. Pangesti 2. Sunarti 3. Wahyuni4. Zaidan 5. Utami 6. Indrawati Ciri-Ciri Pantun 1. Memiliki bait dan isi2. Setiap bait terdiri dari 4 larik 3. Tiap bait memiliki jumlah suku kata 8-12 4. Setiap bait memiliki sampiran dan isi 5. Bersajak ab ab Struktur Pantun 1. Setiap baris pantun minimal 4 buah Jenis Pantun 1. Pantun anak-anak 2. Pantun orang muda 3. Pantun orang tua 4. Pantun teka-teki 5. Pantun jenaka 6. Pantun biasa 7. Pantun berkait pantun berantai 8. Pantun kilat 9. Pantun budi10. Pantun Talibun 11. Pantun kilat 12. Pantun adat 13. Pantun agama 14. Pantun kepahlawanan 15. Pantun kias 16. Pantun nasihat 17. Pantun percintaan 18. Pantun perpisahan Contoh Pantun Pengertian pantun – Di Beberapa daerah pantun dijadikan tradisi. Di masa nenek moyang kita, pantun juga sudah sering digunakan. Sayangnya, di era milenial yang serba canggih teknologinya, pantun seolah meredup. Hanya para sastrawan dan orang yang melek literasi yang mengenal pantun. Sekedar kembali mengingat ilmu tentang pantun. Bagi pelajar SD atau SMP mungkin juga sudah diajarkan di sekolah. Tetapi bagi yang sudah lama tidak bersekolah, apalagi di musim pandemic covid seperti sekarang, menuntut untuk belajar secara mandiri tentang panting. Pada ulasan kali ini kita akan membahas pengertian panting, ciri-ciri pantun, struktur dan jenis-jenisnya. Pengertian Pantuan Sebelum mengulas tentang ciri, struktur dan jenis pantun, ternyata ada banyak perspektif dan pengertian pantun menurut parah ahli. Langsung aja, kita lihat apa saja sih pendapat para ahli. 1. Pangesti Menurut pangesti pengertian pantun dimaknai sebagai puisi lama yang memiliki cakupan lebih luas dan lebih banyak dikenal dalam bahasa Nusantara. Pangesti juga menerangkan bahwasanya kata pantun berasal dari Minangkabau yang memilki makna “petuntun”. Sebagai puisi nusantara, pantun juga dikenal di pulau jawa. Jika di Minangkabau terkenal dengan bahasa pantun, di pulau jawa disebut dengan parikan. Nama istilah pantun berbeda-beda. Misalnya di sunda, disebut dengan paparikan dan di batak disebut dengan umpasa. Meskipun berbeda-beda nama, pada prinsip dan aturan penulisannya sama saja. 2. Sunarti Menurut sunarti, setiap daerah di Nusantara memiliki kekhasannya sendiri-sendiri dalam membuat pantun. Jika di Jawa tengah dan sekitarnya menyebut pantun dengan parikan, maka orang Mandaling pantun disebut dengan ende-ende. Beda lagi di Aceh yang menyebut pantun dengan Rejong atau boligoni. Disebutkan oleh Sunarti, bahwasanya pantun sebagai puisi rakyat yang mengandalkan kecerdasan alami masyarakat dalam mengelola atau membuat pantun. Atau dalam bahasa psikologi disebut dengan kecerdasan linguistic lokal. Siapa yang menyangka, tradisi membuat pantun seperti ini salah satu bentuk kecerdasan alami yang dimiliki Indonesia loh. 3. Wahyuni Sebagai sastra lilsan, pantun mulai berkembang dalam bentuk tulis, hal ini disertai dengan masyarakat yang sudah mengenal dunia tulis menulis. Menurut Wahyuni pengertian pantun di artikan sebagai puisi lama. Dikatakan lama karena pantun lahir sebelum lahirnya puisi. 4. Zaidan Menurut Zaidan, pantun adalah puisi lama yang memiliki 4 lirik dan memiliki rima a/b/a/b. tidak hanya itu, panting juga memiliki lirik yang terdiri dari 4 kata, lari ke pertama dan kedua sebagai sampiran, dan larik ke tiga dan keempat sebagai isi. Menurut Zidan, hubungan sampiran da nisi pada panting dibagi menjadi dua, yaitu ugenre/jenis, yaitu panting mulia dan pantun tidak mulia. Mungkin ada yang masih asing dengan istilah pantun mulia dan pantun tidak mulia. Dikatakan sebagai pantun mulia jika sampiran di lari pertama dan kedua berperan sebagai persiapan isi dan sebagai isyarat isi. Sedangkan pantun tidak mulia adalah pantun yang memiliki sampiran lari 1-2 yang berperan sebagai persiapan isi secara fonetis saja, dan tidak ada hubungan semantic apap-apa dengan isi pantun pada larik ke 3-4 Zaidan, 1994143. Baca Juga Puisi Lama Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contoh Lengkapnya 5. Utami Pendapat Wahyuni diiyakan oleh Utami. Jadi pantun adalah puisi lama yang sudah dikenal secara nusantara yang setiap daerah memiliki sebutannya masing-masing. Seperti di Sunda pantun lebih familiar disebut dengan paparikan dan di jawa tengah dan sekitar disebut dengan parikan. 6. Indrawati Pengertian pantun menurut Indrawati 2008 panting adalah karya sastra melayu yang ditulis sebagai sindiran. Pantun berkembang pada jaman duru sampai sekarang. Itulah beberapa pendapat panting dari para tokoh ahli. Dari ulasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pantun adalah pusi lama atau prosa yang awalnya dikembangkan secara lisan, dan setelah mengenal huruf panting berkembang dikemas dalam bentuk tulisan. Ciri-Ciri Pantun Buat yang masih sekolah, pastinya sudah tidak asing lagi bahwa di dalam pantun itu terdiri dari sajak, dan berapa baris bukan? Nah, buat Anda yang masih binggung, ciri-ciri pantun seperti apa, berikut adalah ciri-cirinya. 1. Memiliki bait dan isi Bait da nisi pada penulisan pantun memang berbeda dengan penulisan puisi. Pada pantun cenderung lebi ringkas, berirama dan memiliki esensi pesan yang dalam. Pada dasarnya, manfaat dari bait seperti paragraf yang berperan untuk memisahkan antara topik atau ide yang satu dengan yang lain. 2. Setiap bait terdiri dari 4 larik Aturan umum dalam pembuatan pantun, setiap satu bait memiliki 4 larik atau baris. Dimana dalam satu bait memiliki pesan atau isi. Jika Anda masih bingung, bisa dilihat di contoh pantun dibagian bawah. 3. Tiap bait memiliki jumlah suku kata 8-12 Mengingat banyak kesalahan umum yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dimana banyak yang mengartikan pantun dan puisi itu sama. Padahal, keduanya dua hal yang berbeda. Adapun ciri pantun, yaitu tiap bait memiliki jumlah suku kata 8-12. 4. Setiap bait memiliki sampiran dan isi Ciri selanjutnya yang melekat pada panting, setiap bait memiliki sampiran dan isi. Nah, barangkali ada yang masih bingung, bagian sampiran itu yang mana sih? Jadi sampiran lokasinya ada di dua baris pertama. Siapa yang tidak kenal Takdir Alisjahbana? Sosok yang cukup familiar di dunia perpantunan. Menurutnya, sampiran dapat membantu untuk penulis membuat rima atau irama agar lebih enak didengar dan memberikan pemahaman isi lebih sederhana. 5. Bersajak ab ab Ciri unik yang paling menonjol pada pembuatan pantun adalah memiliki sajak. Sajak panting memiliki pola ab ab. Sedangkan pada puisi sajak tidak diwajibkan. Itulah ciri-ciri dari pantun. Sebenarnya mudah dan singkat bukan? Nah, jika membicarakan antara pantun dan puisi, menurut Anda lebih senang dengan pantun atau puisi? Jawaban bisa ditulis di komentar di bawah ya. Struktur Pantun Jika sebelumnya sudah dibahas pengertian dan ciri-ciri pantun, maka pantun memiliki struktur. Jadi buat Anda yang ingin membuat pantun yang baik, pastikan menguasai strukturnya. Apa saja sih? Simak ulasannya sebagai berikut. 1. Setiap baris pantun minimal 4 buah pada jenis pantun kilat, jumlah baris dalam satu bait minimal memuat 2 baris. Sedangkan pada pantun biasa atau pantun berkait memiliki empat baris. Memiliki pola sajak vertical. Pada pantun kilat pola sajaknya adalah a-a. sedangkan untuk pantun berkait atau pantun biasa polanya a/a/a/a, a/a/b/b, dan a/b/a/b Struktur pantun pada pantun kilat dalam satu baris berstatus sampiran dan baris kedua sudah sebagai isi. Baris satu dan kedua pada pantun biasa dan pantun berkait berstatus sebagai sampiran. Sedangkan baris ketiga dan keempat sebagai isinya. Jenis pantun berkait, ternyata dalam satu pantun bisa berstatus isi semuanya, dan tidak memiliki sampiran sama sekali. Itulah beberapa struktur tentang pengertian pantun yang sebenarnya mudah-mudah gampang. Bagaimana menurut Anda? apakah lebih mudah membuat pantun atau lebih mudah membuat puisi? Jawabannya boleh dituliskan di kolom komentar. Jenis Pantun Siapa yang menyangka, jika pantun memiliki banyak sekali jenis. Penasaran, ada berapa sih jenis pantun? Tentu saja ada banyak sekali jenisnya. Bahkan, setiap orang memiliki pendapatnya sendiri-sendiri. dan berikut adalah jenis-jenis panting yang dirangkum dari berbagai sumber. 1. Pantun anak-anak Pantun anak adalah pantun yang diperuntukan untuk anak-anak atau yang temanya menyinggung tentang dunia anak. 2. Pantun orang muda Berlaku juga sebaliknya, dikatakan sebagai pantun muda karena segmentasi pantun diperuntukan untuk anak-anak muda. Jika ada anak muda dan anak-anak, maka ada juga panting orang tua. 3. Pantun orang tua Pantun orang tua bisa dikatakan sebagai pantun yang dari segi isinya lebih berbobot, matang dan lebih dewasa dibandingkan pantun orang muda dan pantun orang anak. 4. Pantun teka-teki Dikatakan pantun teka-teki karena pantun tersebut dibuat dengan memasukan unsur teka-teki. Nah, pantun jenis ini, dari saya pribadi cukup kesulitan membuatnya. Bagaimana dengan Anda? bisa tuliskan komentar kamu di bawah ya. 5. Pantun jenaka Pantun jenaka adalah pantun yang bersifat menghibur pembaca. Sesuai dengan namannya, pantun jenaka juga salah satu pantun yang cukup disukai oleh pembaca loh. karena dari segi isi tidak terlalu kaku ataupun datar. Tentu saja, pantun tersebut bersifat menghibur. 6. Pantun biasa Dikatakan sebagai pantun biasa karena pantun dibuat secara biasa-biasa saja. Dari segi tema, Anda bisa mengambil tema yang lebih umum. Dikatakan biasa karena pantun secara umumnya dibuat dalam 1 bait yang berisi 4 baris yang memiliki rima ab-ab. 7. Pantun berkait pantun berantai Pantun berantai adalah pantun yang dibuat secara berurutan dan saling sambung menyambung. Di era millennial sekarang, kita jarang mleihat seseorang membuat pantun berantai, tetapi beberapa daerah masih ada yang menggunakan budaya ini. Baca Juga Perbedaan Buku Fiksi dan Non Fiksi, Apa Saja? 4 Langkah Menulis Puisi Berkualitas 8 Proses Kreatif Menulis yang Harus Diketahui Apa Itu Unsur Intrinsik? Simak Penjelasan dan Contoh Lengkapnya 5 Tahapan Menulis yang Perlu Diketahui 8. Pantun kilat Dikatakan sebagai pantun kilat karena pantun tersebut diinginkan cepat untuk dibuat dan cepat dinikmati. Jenis pantun ini salah satu pantun yang jarang dipakai. Dari sini menunjukan bahwa, ternyata pantun tidak melulu ditulis alam bentuk 4 baris saja. Bisa juga ditulis versi lebih singkat. 9. Pantun budi Pantun budi adalah pantun yang memberikan pesan-pesan berbudi bersikap baik kepada sesama. Lebih menekankan sikap kita agar lebih bersikap hangat, ramah kepada orang lain. Umumnya, pantun ini lebih sering digunakan untuk mengedukasi pembaca atau penikmat untuk bisa menghargai sesama atau membangun kesadaran untuk berbudi. 10. Pantun Talibun Pantun talibun adalah panting yang memiliki susunan genap. Jadi tidak seperti pantun pada umumnya. Pantun talibun memiliki susunan genap, yaitu tersusun dari enam hingga sepuluh baris. Karena dikemas dalam bentuk panjang, maka jenis pantun ini juga sering disebut dengan pantun panjang. 11. Pantun kilat Dikatakan sebagai pantun kilat karena pantun tersebut hanya terdiri dari dua baris. Sebagai pantun yang pendek, pantun kilat memiliki sebutan lain, yaitu panting karmina atau pantun dua seuntai. Pantun kilat juga dapat diartikan sebagai sastra lisan yang memiliki jumlah dan bentuk yang tetap. Pantun ini sering digunakan untuk lelucon, hiburan atau sendau gurau. Bisa juga digunakan untuk melempar sindiran. 12. Pantun adat Seperti yang kita tahu bahwa dari Sabang sampai Merauke memiliki pantun. Tiap daerah memiliki bahasa atau gaya pembuatan pantun. Jadi pantun adat adalah pantun yang menggunakan bahasa sesuai daerahnya masing-masing. 13. Pantun agama Berbeda dengan pantun agama, pantun agama adalah panting yang memiliki muatan religius. Dari segi isi, pantun agama memuat nasihat, petuah dan memiliki makna yang memberikan amanat yang yang bersifat ketuhanan. 14. Pantun kepahlawanan Sesuai dengan namannya, pantun kepahlawanan adalah pantun yang memuat perjuangan para pahlawan, atau membangun rasa nasionalisme. 15. Pantun kias Sebagai pantun kiasan memiliki bentuk yang berbeda. jadi isi pantun lebih berbentuk perlambang, kiasan atau perumpaan. Banyak juga yang membuat pantun kiasan ini menggunakan bahasa pribahasa. 16. Pantun nasihat Pantun nasihat dapat diartikan sebagai pantun yang memuat nasihat dan amanat. Pesan yang disampaikan dari pantun ini menonjolkan sisi kebaikan, hikmah dan ajakan yang sifatnya mendorong untuk melakukan hal yang terbaik. 17. Pantun percintaan Sesuai dengan namannya, pantun percintaan adalah pantun yang isinya tidak jauh dengan dunia romansa. Baik itu romansa yang manis ataupun yang pahit. 18. Pantun perpisahan Sedangkan pantun perpisahan itu sendiri dapat diartikan sebagai pantun yang menceritakan sebuah perpisahan ataupun kesedihan. Jadi pantun perpisahan lebih sering digunakan untuk tujuan yang sedih. Ternyata ada banyak sekali jenis pantun yang bisa Anda buat. Dari berbagai jenis pantun di atas, kamu bisa memilih berdasarkan selera, dan kesenangan dalam menuliskannya. Jika Anda baru jatuh cinta, bisa membuat pantun tentang percintaan. Baca Juga Buku Fiksi Pengertian, Unsur, Ciri-Ciri hingga Contoh Lengkapnya 7 Cara Menulis Puisi Yang Baik Kelas Profesional Langkah-Langkah Menulis dan Penjelasan Lengkapnya 16 Aplikasi Menulis Buku yang Mudah Digunakan Pengertian Latar Cerita, Macam-Macam dan Contoh Lengkap Oh iya, ternyata penting juga sering digunakan untuk ajang melamar dan pernikahan loh. Dimana perwakilan pihak mempelai pria dan wanita saling berbalas pantun. Wah, pasti seru. Meskipun Cuma sekedar berbalas pantun, cara ini salah satu budaya yang sebenarnya mencerdaskan otak loh. karena membuat pantun secara kilat itu tidaklah mudah. Contoh Pantun Jika sebelumnya sudah diketahui apa saja sih jenis-jenis panting, berikut adalah beberapa contoh pantun. Penasaran, seperti apa sih pantunnya. Langsung saja, simak ulasannya sebagai berikut. Pantun JenakaPantun BudiJalan-jalan ke rawa-rawaJika capai duduk di pohon palmGeli hati menahan tawaMelihat katak memakai helmApa guna berkain batikKalau tidak dengan sujinyaApa guna beristeri cantikKalau tidak dengan budinyaPantun KiasPantun PercintaanKayu tempinis dari kualaDibawa orang pergi MelakaBerapa manis bernama niraSimpan lama menjadi cukaCoba-coba menanam mumbangMoga-moga tumbuh kelapaCoba-coba bertanam sayangMoga-moga menjadi cintaPantun PeribahasaPantun perpisahanKe hulu memotong pagarJangan terpotong batang durianCari guru tempat belajarJangan jadi sesal kemudianPucuk pauh delima batuAnak sembilang ditapak tanganBiar jauh dinegeri satuHilang dimata dihati janganPantun NasihatPantun Teka-tekiKemuning di tengah balaiBertumbuh terus semakin tinggiBerunding dengan orang tak pandaiBagaikan alu pencungkil duriKalau tuan bawa keladiBawakan juga si pucuk rebungKalau tuan bijak bestariBinatang apa tanduk dihidung ? Itulah beberapa contoh pengertian pantun yang sebenarnya bisa kita pelajari. Dari contoh pantun di atas, sebenarnya sudah dapat dilihat dengan jelas dan memberikan gambaran bagaimana dan seperti apa kita akan membuat pantun. Nah, setelah kembali bersama-sama mempelajari pengertian pantun di atas, pastinya ada banyak hal menarik yang dapat kita pelajari. Semoga sedikit pembahasan ini bermanfaat. Artikel Terkait 75 Contoh Pantun Jenaka Teknik Menulis PuisiPanduan dan Cara Membuat Puisi 15 Jenis Majas Beserta Contoh Lengkapnya Apa Itu Prosa? Kenali Ciri-Ciri , Jenis, dan Contoh Lengkapnya Makna Perluasan Kata Pengertian Menurut Ahli,Bentuk,dan Contoh Lengkap Pengertian Puisi Rakyat dan Jenis-Jenisnya
Pantunterdiri atas sampiran dan isi; Watch popular content from the following creators: √ 200+ Contoh Pantun Kiasan Beserta Maknannya [ TERBARU ] Pada setiap pantun harus memiliki sebuah sampiran dan juga isi. Pantun nasehat 4 baris. Setidaknya harus mengenal lebih banyak perbendaharaan kata, sehingga. Buah nanas di atas bangku buah duku dibuat jamu jangan
Makassar - Pantun bahasa Bugis merupakan peribahasa yang diungkapkan menggunakan bahasa Bugis. Pantun ini sama halnya dengan pantun-pantun lainnya, yang memiliki bagian sampiran dan adalah dua baris pertama, yang kerap kali berkaitan dengan alam dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun pantun bahasa Bugis ini juga mementingkan rima akhir yang biasa disebut sebagai abjad /ab-ab/. Maksudnya, bunyi akhir baris pertama sama dengan bunyi akhir baris ketiga dan baris kedua sama dengan baris keempat. Berikut ini beberapa pantun bahasa Bugis yang dirangkum detikSulsel dari berbagai Ambo tang lao ma'dongiMita aju nakenna letteNarekko engka tau ma'pakacaiAmba' sisenni namateartinya Ambo Tang mencari burung pipitMelihat kayu di atas jembatanJika ada orang yang bikin jengkelHajar aja sampai mati2. Jokka-jokka lao ma'derosNa sirruntu' kallolo melo ki mammodusPakanjaki metto ni tappata'Artinya Jalan jalan pergi potong padiBertemu dengan pemuda yang gagahKalo kamu cuma bisa nya bermodusBagus memang sudah mukamu3. Ana'dara melli gollaNa sirruntu kallolo magarettaNarekko melo ki massu bolaTapesabbi kesi tomatoattaArtinya Anak gadis membeli gulaBertemu dengan Pemuda gagahJikalau kita ingin keluar rumahPermisi dulu sama orang tua4. Engka kallolo manre bukuLuppe-luppe yase'na otoeRekko meloki missengi kareba'kuTa'kutanangi pasekku ri anging labu kessoeArtinya Ada Pemuda makan tulangLompat lompat di atas nya mobilKalo ingin tahu kabar kuTanya saja pada angin sore hari5. Kallolo lao jambangNa i leppo sapingKo topurana sijajiangWedding ni to sisio ciccingArtinya Ada Pemuda pergi buang airDi tabrak oleh sapiKalo lah sudah kita jadianBoleh lah kita mengikat janji6. Ana'dara mattapa sanggara jemmuNasaba natoddo'i pakuAja' matanre dui menre'muDe'amma mu Anak gadis bermuka masamDikarenakan tertusuk pakuJangan lah tinggi uang mahar muBisa jadi kamu tidak laku7. Sininna yasengge caritaEngkatu paccapurennaSininna gellona nita mataNamuto awo nasetto candrinnnaArtinya Semua yang namanya ceritaPasti ada penghabisan nyaSemua yang baik di pandang mataBiarpun bambu dikira juga pacarnya8. De'gaga anging de'gaga guttuPolemoi bosi mannenne marajaSaleini sipa' mangnganga namakuttu Papolei gau' kessing namakanja'Artinya Tiada hujan tiada gunturDatang juga hujan derasTinggal kan sifat pemalasPasti dapat kerjaan yang bagus dan baik Simak Video "Tak Ada Lagi Pantun 'Masak Air' yang Khas dari Komedian Sapri" [GambasVideo 20detik] alk/hmw
1 Habis berlari terasa payah Ada kolam di kota Mekah Terima kasih kepada ayah Siang malam mencari nafkah. 2. Petik jambu memakai galah Jambu dibawa ke kota Mekkah Hormatilah guru di sekolah Karena akan membawa berkah. 3. Nenek menggendong sebakul jamu Jamu madu dipesan satu Janganlah sombong jika berilmu Karena itu insan tak bermutu. 4.
Pantun Anak – Anak Bersajak AB AB, Pantun Jenaka Bersajak AB AB, Pantun Muda Bersajak AB AB, Pantun Agama Bersajak AB AB, Dll – Hallo sahabat pembaca yang budiman, Semoga kita selalu dalam limpahan rahmat Allah ta’alaa ya …. Pantun merupakan salah satu karya sastra yang mirip dengan karya puisi lama dengan pola berbait dan bersajak. Sajak dalam pantun bisa berupa AA AA atau bisa juga AB AB. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas makalah tentang Pantun yang khusus menggunakan sajak AB AB. Mari Langsung saja kita simak ! Pengertian Pantun AB AB Pantun AB AB adalah pantun yang berisikan pantun yang pada baris pertama akhirannya A sama dengan baris ketiga dan begitu pun baris ke dua B juga akhirannya sama dengan baris ke empat. Topik bahasan pada pantun bersajak AB AB ini ada beberapa jenis seperti Pantun Nasehat bersajak AB AB, Jenaka bersajak AB AB, Agama bersajak AB AB, dan lain – lain. Baca Pantun Kebersihan Dibawah ini adalah contoh pantun bersajak AB AB yakni sebagai berikut Pantun Nasehat Buka puasa dengan salak,Beli gula beli kecantikan karena akhlakAkhlak rusak tak ada guna. Duduk bersandar di pinggiran,Hendak akan adalah tuntunan,Sebagai jalan untuk menuju surga. Angin kencang datang mendera,Pohon bambu seperti Quran jangan kau lupaQuran bagai cahaya matahari. Mengusung air dari perigi,Untuk mandi rasanya pohon menjulang tinggi,Kencang pula terpaan angin. Hingga petang tak dijemput,Dekat ladang berpetak – hanya menjadi rumput,Relakan kalau terinjak-injak. Baca Pantun Pernikahan Cantik sekali kulit muka,Bunga kecil banyak sembahyang juga puasa,Tersiksa mayat di alam kubur. Kera besar mengambil nangka,Kaki keseleo terkena orang tua berlaku durhaka,Akan di siksa dunia akhirat. Air mengalir didalam pipa,Sarapan pagi sambil minum jangan kau lupa,Kerjakan selalu dengan khusu’. Ujung tombak ternyata rompal,Tebang pohon di kebun masalah sebesar kapal,Kasih Allah lebih dari samudra. Pergi berlibur ke Papua,Barang – barang mesti dan berbakti pada orang tua,Itulah tanda calon penghuni surga. Baca Pantun Anak – Anak Pantun Orang Tua Untuk Anak Buah cempedak buah sukun,Tertusuk jarum tangan anak yang rajin dan tekun,Dengan berjuang pantang menyerah. Dalam sungai terdapat buaya,Di tepi durian shaleh bikin bahagia,Jika kepada orang tua selalu patuh. Sungguh indah baju renda,Motif kuning seperti dinda permata Ibunda,Jadilah hamba yang selalu berbakti. Singa jantan penguasa rimba,Siapa terkejar tak akan akhlak dinda mulia,Moga Allah memberikan rahmat. Berjalan berlibur ke jatijajar,Berangkat siang hari kecil giat belajarSudah dewasa hidup akan manis. Baca Pantun Penutup Pidato Pantun Belajar Pohon roboh cepat menghindar,Akan ada lagi pohon yang tak mau sabar belajar, Sabar dia untuk menanggung bodoh. Karena cemara tanam berjajar,Jalan besar seperti Allah aku belajar,Niat tulus jangan tersalah. Pergi ke desa jalan memutar,Jalan setapak berliku – ingin bertambah pintar,Banyak – banyaklah membaca buku. Manis rasanya air jamu,Karena manis banyak ialah gudang ilmu,Membaca buku yaitu kuncinya. Luas terlihat langit biru,Dipandang indah dari olehmu para gurumu,Agar ilmumu mendapat berkah. Pantun Tata Krama Menghormati Orang Tua Burung nuri terbang ke rawa,Turut pula burung selalu orang tua,Perintahnya mari kita turuti. Tiang bendera cepat tegakkan,Akan banyak pemanjat anak yang selalu membanggakan,Orang tua akan merasa sangat senang. Siang hari saatnya makan,Cuci tangan pakai air orang tua kalian utamakan,Insyaallah hidup kalian makmur. Malam hari amatlah sepi,Ada orang mencari Ibu tak ada bertepi,Dari kecil selalu di sayang. Anak kecil jalan dituntun,Kalau menangis kasihlah dengan sopan dan santun,jaga lisan jangan sampai menyakiti. Baca Pantun Kiasan Pantun Anak – Anak Coba lihat buah kelapa,Ambil banyak dalam senang bermain sepak bola,Tak terasa hari sudah mulai petang. Kayu ukir dibuat jadi meja,Sangat keras anti boleh – boleh saja,Kalau sore segera pulang ke rumah. Jalan-jalan ke pulau madura,Naik kereta dari pengalaman yang lebih tua,Agar jangan jadi menyesal. Sangat harum kayu gaharu,Dahan kecil digotong baik cobalah kau tiru,Yang buruk – buruk dipakai jangan. Demikianlah pembahasan makalah tentang Pantun Bersajak AB AB dan beberapa contohnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua ,,,
Pantunumumnya terdiri dari 4 baris dan 8-12 kata pada setiap baris. Pola umum yang digunakan pantun umumnya adalah a-b-ab atau a-a-a-a. Terdapat silang pendapat terkait dengan penggunaan pola a-a-b-b. Kelisanan pantuan tampak dari pola atau struktur rima yang lekat pada jenis puisi ini. Mulanya pantun adalah tradisi yang semata lisan, meski
Pantun adalah jenis karya puisi lama yang tiap baitnya secara umum terdiri dari 4 baris dan masing-masing baris diikat oleh rima bunyi akhir dengan pola ab-ab. Dua baris pertama disebut sebagai sampiran dan dua baris berikutnya merupakan isi atau maksud jika Anda sedang mencari contoh pantun jenaka 4 bait, maka mungkin yang Anda maksud adalah pantun umum yang terdiri dari empat baris. Jika demikian, maka silakan baca deretan pantun lucu berikut Jenaka 4 Bait Maksudnya 4 Baris1. Jalan-jalan ke hutan lindung Melihat Pak Bos bersama kacung Agak pesek, ku punya hidung Dijepit setahun, tak jua Ke sungai Brantas membawa serbuk Serbuk putih dibuat pupuk Met aktivitas warga Facebook Moga rejeki makin Main tenis sama Bang Ipul Tiba di Bali ke Tirta Empul Laris manis tanjung kimpul Barang habis, duit pun Nona cantik namanya Mbak Yul Suka memakai busana gaul Nonton film cerita tahayul Malah diintip sama si Sikat gigi di atas papan Airnya jatuh dalam resapan Pagi-pagi mari sarapan Karena hidup butuh Celana sobek kepala pening Pikir sejenak terasa hening Ada cewek berwajah bening Tapi sayang giginya Wayang golek dibawa ojek Hendak dikirim ke rumah Raden Hidung pesek jangan diejek Dia orangnya irit Sakit perut terkena tipes Mungkin karena virus herpes Jika kentutmu bunyinya pess Orang sekitar pasti kan Bapak haji membawa dodol Ada anaknya bermain koprol Gosok gigi gunakan odol Biar segarnya terasa Bawa kendi ke atas gerbong Kendi ditutup dengan serobong Jangan menjadi orang sombong Nanti hidupnya kaya Ikan sepat ikan gabus Ikan arwana ikan lele Lebih cepat lebih bagus Jangan lama Pergi berlibur ke Candi Mendut Sambil goyang musiknya dangdut Siapa itu orangnya gendut Kalau berjalan seperti Bawa sampah gunakan serok Obati luka biar tak borok Siapa suka tidurnya ngorok Bisa-bisa orangnya Pergi ke Bali jumpa Si Kadek Bajunya butut, rambutnya pendek Maksud hati bukan ngeledek Tapi kentutmu kayak Biji nanas warnanya emas Baru dibawa sama Pak Thomas Hati cemas, badan pun lemas Lihat kuntilanak sedang Kain putih dipakai ngepel Kain ungu dipakai gembel Maksud hati ingin ngapel Malah ketemu wewe Mulut kaku karena dibentak Batang jati dibuat kotak Walau kepalaku terlihat botak Bukan berarti tak punya Disapa cewek membuat GR Cewek cantik minta disawer Hari raya tak dapat THR Kantong tipis, mulut pun Dagang bakso membawa rombong Harum baunya minyak senyong-nyong Ada orang ngomongnya sombong Pasti mulutnya bertambah Lampu di kota terang-terang Mobilnya banyak membawa barang Jika mandinya jarang-jarang Bau tubuhnya kaya Induk sapi depan pancoran Tempat hidup seekor ikan Grup sepi kaya kuburan Mohon admin ambil Tanam padi tumbuhlah padi Beras dimasak menjadi nasi Hutang budi dibalas budi Hutang uang harus Hari minggu membeli trompet Yang jualan sungguh cerewet Jika kentutmu bunyinya pret Itu tandanya sehatmu Buah mengkudu di tengah hutan Datang bapak menangkap ikan Kalau kamu tidak keberatan Nomor WA tolong Roro jonggrang, Roro mendut Putri kayangan ke bumi turut Lihat orang, badannya gendut Kalau berjalan mendorong Bibit porang tinggi sedengkul Jangan ditendang, jangan dipukul Nasi goreng makan sebakul Perut kenyang, tidur Anak ayam bersahut-sahut Buah kelapa banyak serabut Diam – diam diriku kentut Tapi kenapa kamu yang Jalan-jalan dengan Ferguso Sambil lihat lukisan Picaso Kalau sudah makan bakso Tambah semangat, tambah Burung perkutut burung tekukur Terbang anaknya menuju dapur Kentut meluncur harus bersyukur Walau aromanya berbau Ada pembalut di atas parang Parang dilempar ke ujung jurang Kalau kentut jangan sembarang Karena bisa menyinggung Bunga melati di atas koran Buah belimbing dalam kereta Sungguh hati terheran-heran Lihat kambing berkaca Kawanan badak jangan dikejar Bisa-bisa lari terpencar Jadi anak rajinlah belajar Belum saatnya mikirin Pahitnya jamu terasa getir Tambah telur, cukup sebutir Jangan takut jangan khawatir Itu kentut, bukannya Pohon di gunung jangan ditebang Tanah retak di kota Jepang Pikiran bingung dan juga bimbang Orang botak minta Bread is roti Shadow is bayang Before you mati Better you Badan lelah bikin lemas Makan sablak diremas-remas Hati resah semakin cemas Orang botak pingin Berakit-rakit kita ke hulu Buah jambu jatuh di tepian Sang mantan sudah ke penghulu Kamu masih jomblo Pohon cempaka berbuah duku Buah buku berbiji terbelah Jangan suka merayu aku Sebab aku masih Burung belibis, ikan arwana Kera betina mencuri soda Bila gadis sungguh mempesona Maka janda lebih Dari Kualanamu ke Maluku Bawa hadiah sekilo duku Dulu kamu yang mutusin aku Sekarang kamu udah gak baca juga deretan pantun terbaik berikut Gembira HappyPantun KeluargaPantun tentang PerjalananPantun GajianPantun Bumi Hijau
. 6w94a4ltcl.pages.dev/4376w94a4ltcl.pages.dev/6786w94a4ltcl.pages.dev/3296w94a4ltcl.pages.dev/3646w94a4ltcl.pages.dev/7196w94a4ltcl.pages.dev/7106w94a4ltcl.pages.dev/8266w94a4ltcl.pages.dev/4236w94a4ltcl.pages.dev/636w94a4ltcl.pages.dev/236w94a4ltcl.pages.dev/9436w94a4ltcl.pages.dev/2466w94a4ltcl.pages.dev/1176w94a4ltcl.pages.dev/8946w94a4ltcl.pages.dev/612
pantun 4 baris ab ab